Fatmawati

HINGGA saat ini keberadaan rumah asli peninggalan Istri Presiden Pertama Republik Indonesia Ir Soekano, Ibu Fatmawati belum diketahui kebenarannya. Karena berdasarkan informasi yang beredar, rumah peninggalan Fatmawati adalah yang berada di Jalan Fatmawati Kota Bengkulu yang saat ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah. Akan tetapi berdasarkan fakta sejarah yang ada, rumah peninggalan Fatmawati yang asli berada di Jalan S. Parman Kota Bengkulu dimana saat ini telah berdiri Bank Negara Indonesia (BNI) 46.

“Rumah Ibu Fatmawati yang asli itu berada tanah yang saat ini sudah dibangun BNI46 Cabang Bengkulu itu,” ujar Musiolog Bengkulu, Drs Muhardi M Hum. Fakta yang menunjukkan jika tanah yang telah didirikan Bank ini merupakan rumah Ibu Fatmawati yaitu ditemukannya prasasti yang dibuat oleh Gubernur Bengkulu Soeprapto pada tahun 1984 lalu. Dimana diatas batu prasasti bertuliskan “Disini Pernah Tinggal dan Tempat Kelahiran Ibu Negara RI Ibu Fatmawati”. “Itu merupakan fakta sejarah, jika Ibu Fatmawati pernah tinggal dan lahir disana,” terang Muhardi.

Jika memang tanah yang telah didirikan Bank ini memang lokasi asli rumah Ibu Fatmawati maka seluruh masyarakat selama ini telah dibohongi. Karena hampir 38 tahun sejak Ibu Fatmawati wafat, rumah asli peninggalannya masih dianggap masyarakat berada di Jalan Fatmawati Kota Bengkulu. “Selama ini masyarakat tahu kalau rumah aslinya ada di Jalan Fatmawati, padahal sekarang sudah jadi Bank, kan ini merupakan kebohongan sejarah,” ujar Muhardi. Lebih lagi, rumah peninggalan yang saat ini berada di Jalan Fatmawati tersebut merupakan rumah Kakek dan Neneknya, Basarudin dan Annisya. Sehingga apabila Pemerintah ingin menjadikan rumah Fatmawati yang saat ini sebagai rumah peninggalan, rasanya tidak tepat akan tetapi jika menjadi museum Fatmawati maka bisa dikatakan layak.

“Kalau rumah itu dijadikan museum Fatmawati itu layak, tapi kalau rumah peninggalan itu tidak layak karena itu rumah kakek dan neneknya Fatmawati,” jelas Muhardi. Hal tersebut juga dibenarkan oleh Warga Kota Bengkulu, R Ade Hafri Wijaya yang mengaku, cukup paham dengan lokasi yang saat ini dibangun BNI merupakan rumah orang tua Fatmawati. Bahkan Pemerintah Daerah juga memberikan prasasti disana sebagai tanda kalau Fatmawati pernah tinggal dan lahir disana.

“Memang benar disitu dulunya rumah Fatimah (Fatwamati), makanya Pemerintah memberikan tanda sebuah prasasti disana,” terang Ade. Sementara itu, Sepupu Fatmawati, Marwan Amanadit (70) masih ingat betul dimana Fatmawati pernah menetap di Kota Bengkulu.

Meski ingatannya tidak secermelang dulu, tetapi dirinya yakin betul jika rumah asli milik Fatmawati berada di Jalan Fatmawati Bengkulu. “Rumahnya ya ini, kalau yang didekat Bank itu dulu rumah Kakek dan neneknya,” tegas Marwan. Meski begitu, belum ada petunjuk yang pasti sebenarnya dimana lokasi asli rumah Fatmawati, karena meski beberapa fakta menunjukkan bukti yang cukup kuat. Akan tetapi perdebatan masih saja terjadi diantara masyarakat. (999